Dalam setiap pernyataan suatu kejadian menurut sistem biologi dan ekologi, organisme (bahasa Yunani: organon yang berarti alat) adalah kumpulan molekul–molekul yang saling memengaruhi sedemikian sehingga berfungsi secara stabil dan memiliki sifat hidup.
Istilah organisme kompleks mengacu pada organisme yang memiliki lebih dari satu sel. nama lainya yang sering disebut selain organisme adalah makhluk hidup Organisme terdiri dari manusia ,tumbuhan, hewan, serta mikro organisme.
Ciri-ciri makhluk hidup dianataranya adalah sebagai berikut:
a. Bergerak
b. Bernapas
c. Dapat berkembang biak
d. Dapat tumbuh dan berkembang
e. Membutuhkan makanan
f. Membutuhkan air
g. Membutuhkan suhu tertentu
h. Peka terhadap rangsang
i. Mengeluarkan zat sisa
Ciri-ciri tersebut di atas adalah hal yang membedakan dengan benda mati. Selain hal tersebut, ada juga CIRI KHUSUS MAKHLUK HIDUP yang merupakan pembeda dengan makhluk yag lainnya.
Ciri khusus dari organisme yang dimaksud adalah penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya atau sering disebut sebagai ADAPTASI.
B. Adaptasi dan Ciri-ciri Hewan
Bentuk Adaptasi Hewan
Fungsi dari adaptasi terhadap lingkungannya suatu hewan adalah mempunyai fungsi untuk :
1. Memenuhi kebutuhan hidup
2. Melindungi dari musuh yang akan menyerang
3. Untuk mempertahankan jenisnya
Di bawah ini adalah contoh BENTUK ADAPTASI HEWAN terhadap lingkungannya:
a. Bunglon
Bunglon dapat merubah warna kulit tubuhnya
Pernahkah melihat bunglon? Hewan bunglon memiliki kemampuan untuk merubah warna dari kulitnya sesuai dengan lingkungan dia tinggal. Misalnya saja pada saat bunglon di tanah, maka bunglon akan merubah warna kulitnya menjadi coklat sesuai dengan warna tanah. Apabila bunglon di atas pohon maka bunglon akan merubah warna kulitnya hijau seperti daun. Terus apa tujuannya peruahan warna kulit tersebut? Seperti yang sudah di jelaskan di atas bahwa fungsi adaptasi adalah salah satunya untuk melindungi dirinya dari serangan musuh. Kemampuan bunglon untuk merubah warna kulitnya sesuai dengan tempat dia singgah disebut sebagai “mimikri”.
b. Burung
Pada burung juga memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap lingkungannya. Burung beradaptasi dengan lingkungannya karena burung memiliki bermacam bentuk paruh yang disesuaikan dengan jenis makanannya.
Sebagai contoh adalah pada burung elang memiliki paruh yang tajam dan bengkok, fungsinya adalah untuk mencabik-cabik mangsanya. Untuk kaki burung elang, cakarnya menyerupai kait. Kaki seperti ini berfungsi untuk merobek dan memegang mangsanya.
Burung elang mempunyai paruh yang tajam dan bengkok
Cakar elang
Pada burung pipit memiliki paruh yang pendek, kuat dan runcing. Hal ini karena burung pipit jenis makanannya adalah biji-bijian.
Burung pipit mempunyai bentuk paruh runcing, pendek, dan kuat
Pada burung pelikan mempunyai paruh yang ada kantongnya. Paruh seperti ini mempunyai fungsi untuk menangkap ikan di air.
Burung pelikan memiliki paruh yang ada kantongnya
Pada burung flaminggo mempunyai bentuk paruh yang lebar dan berjumbai. Paruh ini mempunyai fungsi untuk menyaring udang dan binatang kecil lainnya dari air yang berlumpur.
Paruh burung flaminggo lebar dan berjumbai
Kaki burung flaminggo mempunyai bentuk yang panjang dan kurus (perhatikan gambar di bawah ini). Kaki flaminggo berguna untuk melindungi diri agar tidak tenggelam.
Kaki burung flaminggo
Pada burung kolibri bentuk dari paruhnya adalah panjang dan runcing. Paruh seperti ini berfungsi untuk menggapai madu (nektar) dari bunga.
Burung kolibri mempunyai panjang dan runcing
c. Ular
Rahang ular melekat longgar dengan tulang pada rangka kepala
Ular adlah binatang karnivora (pemakan daging) yang tidak pernah mengunyah dalam memaan mangsanya, akan tetapi langsung ditelan secara utuh. Hal ini disebabkan susunan dari rahang ular adalah melekat secara longgar dengan susunan tulang pada rangka kepalanya. Dengan memiliki susunan rahang yang seperti ini maka memungkinkan ular dapat menelan mangsanya yang mempunyai ukuran yang lebih besar darinya.
d. Katak
Katak mempunyai kemampuan untuk berkamuflase (menyamar) pada kulitnya yang seolah-olah beracun untuk menghindari dari pemangsanya. Pada katak mempunyai lidah yang panjang dan lengket sehingga memudahkan dalam menangkap serangga.
Kamuflase katak
e. Kucing
Kucing
Mengapa kucing saat berjalan tidak pernah kedengaran suaranya? hal ini karena kucing memiliki lapisan pada kaki yang empuk dan tebal yang berfungsi untuk menyembunyikan kukunya. Karena pada waktu berjalan kuku kucing ditarik masuk, sehingga langkahnya tidak bersuara. Denagan demikian mangsanya tidak mendengar waktu di dekatinya. Namun pada saat ingin menerkam, kucing akan menegangkan dan dikeluarkan. Selain itu, kucing pada tempat yang gelap masih dapat melihat. Pernahkah kamu melihat mata kucing pada waktu di tempat yang gelap? pastinya akan terlihat ada sinarnya.
f. Kelelawar
Binatang kelelawar termasuk dalam nokturnal yang mana pada binatang nokturnal dalam mencari makan pada waktu malam hari. Pendengaran dan penciuman kelelawar sangat tajam. Cara kelelawar menangkap serangga pada dalam kegelapan adalah dengan menggunakan suara. Kelelawar mengeluarkan suara yang berfrekwensi tinggi yang tidak dapat di dengar oleh manusia, dan dari situ lah pantulan mangsa dapat diketahui oleh kelelawar.
g. Cicak
Ciri-ciri cicak yaitu:
Cicak mempunyai kaki yang bisa untuk menempel di langit-langit rumah dan dinding.
Cicak dalam menangkap serangga dengan cara menjulurkan lidahnya yang panjang.
Ciri khusus cicak adalah memutuskan ekornya yang mempunyai tujuan untuk mengelabuhi pemangsa. Ekor cock dapat tumbuuh lagi seperti semula yang di sebut juga autotomi yaitu kemampuan cicak untuk memutuskan ekornya sendiri.
Ketiga ciri di atas merupakan bentuk adaptasi dari cicak.
h. Bebek
Bentuk kaki bebek pendek dengan 3 jari yang berselaput menjadi satu
Bebek lebih sering hidup di air dan memiliki bentuk paruh datar dan tumpul yang mana dengan bentuk seperti itu berfungsi untuk menyaring makanan dalam air. Makanan dari bebek yaitu serangga, cacing, sayuran. Selain dari bentuk paruh, bebek juga memiliki bentuk kaki yang pendek dengan tiga jari yang berselaput menjadi satu. Selaput bebk tersebut mempunyai fungsi untuk berenang..
C. Adaptasi dan Ciri-ciri Tumbuhan
Bentuk Adaptasi Tumbuhan
Sama halnya dengan hewan, pada tumbuhan pun juga mengalami penyesuaian diri terhadap lingkungannya (adaptasi).
1. Pohon cemara
Pohon cemara
Adaptasi dari pohon cemara adalah mempunyai daun yang runcing yang mana daun tersebut berfungsi untuk mengurangi penguapan. Dengan daun yang runcing tersebut, maka pohon cemara melakukan adaptasi di lingkun yang yang panas.
2. Pohon Teratai
Pohon teratai
Pohon teratai hidupnya di air dengan daun yang lebar dan tipis. Bentuk adaptasi dari pohon teratai adalah bentuk daunnya yang lebar dan tipis tersebut yang mana mempunyai fungsi untuk mempercepat penguapan.
3. Putri Malu
Putri malu saat kena rangsangan (sentuhan)
Pada tanaman putri malu apabila terkena rangsangan berupa sentuhan akan mengatupkan daunnya. Inilah bentuk adaptasi tumbuhan putri malu terhadap rangsang sentuhan.
4. Kaktus
Tanaman kaktus mempunyai tempat hidup pada daerah yag panas dan memiliki batang yang tebal dan berlapis lilin. Batang yang tebal tersebut berfungsi untuk penyimpanan air. Seluruh permukaan batang kaktus berduri yang berfungsi untuk peindung diri.
5. Kantong Semar
Kantong semar
Tanaman kantong semar adalah tanaman pemakan serangga atau di sebut juga insektivora. Pada waktu-waktu tertentu tanaman kantung semar akan mengeluarkan bau yang menyengat yang berfungsi untuk menarik serangga. Pada tanaman kantong semar memiliki cairan khusus yang berfungsi untuk mencerna serangga yang terjebak dalam kantongnya tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman kantong semar melakukan adaptasi terhadap lingkungan dalam mendapatkan makanannya.
7. Tumbuhan Bakau
Adaptasi tumbuhan bakau
Tumbuhan ini hidupnya di daerah pinggiran pantai yang mana pada tumbuhan ini mempunyai akar tunjang, sehingga akan tertopang secara kokoh. Denagan akar tunjang inilah bentuk adaptasi pohon bakau terhadap lingkuuungannya.
Seluruh materi bersumber dari: Ringkasan Materi IPA kls 6 SD
Latihan Soal:
Jelaskan pengertian makhluk hidup.
Sebutkan ciri-ciri makhluk hidup!
Sebutkan fungsi dari hewan yang beradaptasi terhadap lingkungannya .
Bagaimana bentuk adaptasi tumbuhan putri malu terhadap rangsang sentuhan.
Bagaimana tanaman kantong semar melakukan adaptasi terhadap lingkungan dalam mendapatkan makanannya.
Perkembangbiakan hewan dibagi menjadi dua yaitu perkembangbiakan secara generatif dan perkembangbiakan secara vegetatif. Lalu bagaimanakah cara perkembangbiakan hewan tersebut?
Melalui artikel ini, saya akan membahas tentang
Pengertian perkembangbiakan secara generatif dan secara vegetatif
Penjabaran hewan apa saja yang berkembangbiak secara generatif maupun secara vegetatif
Penjelasan cara perkembangbiakan masing-masing hewan disertai dengan gambar
Sebelum membahas tentang cara perkembangbiakan hewan tersebut, terlebih dahulu saya akan menjelaskan tentang apa itu perkembangbiakan secara generatif dan perkembangbiakan secara vegetatif.
Perkembangbiakan secara generatif yaitu perkembangbiakan makhluk hidup yang terjadi melalui pembuahan sel jantan dengan sel betina. Sedangkan perkembangbiakan secara vegetatif yaitu perkembangbiakan makhluk hidup yang terjadi tanpamelalui pembuahan sel jantan dan sel betina.
a. Secara Generatif
1. Bertelur
Cara perkembangbiakan hewan dengan bertelur disebut ovipar.
Menurut asal katanya ovipar berasal dari kata ovum yang berarti telur. Menurut KBBI ovipar adalah jenis reproduksi yang mengakibatkan telur yang dikeluarkan berkembang dan menetas di luar badan induknya.
Menurut letaknya, pembuahan hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
Pembuahan Internal
Pembuahan Eksternal
Berikut penjelasannya:
a. Pembuahan Internal
Yaitu pembuahan yang terjadi di dalam tubuh induk. Hewan bertelur yang mengalami pembuahan internal antara lain golongan burung (aves) seperti burung merpati, ayam, dan itik. Selain itu juga terjadi pada beberapa jenis reptil seperti cecak, tokek, dan penyu.
Meskipun kelompok burung tidak memiliki alat kelamin luar, pembuahan dapat terjadi dengan cara saling menempelkan kloaka.
Proses perkembangbiakan burung sebagai berikut.
Pada burung betina hanya ada satu ovarium, yaitu ovarium kiri. Ovarium kanan tidak tumbuh sempurna dan tetap kecil yang disebut rudimenter. Ovarium dilekati oleh suatu corong penerima ovum yang dilanjutkan oleh oviduk. Ujung oviduk membesar menjadi uterus yang bermuara pada kloaka. Pada burung jantan terdapat sepasang testis yang berhimpit dengan ureter dan bermuara di kloaka.
Perkawinan pada bangsa burung terjadi dengan saling menempelkan kloaka. Sperma keluar dari kloaka burung jantan dan masuk ke kloaka burung betina. Melalui oviduk, sperma berenang menuju ke sel telur. Jika terjadi pembuahan di dalam oviduk, maka terbentuklah zigot. Zigot kemudian bergerak menuju ke kloaka melalui oviduk. Selama dalam perjalanan, dalam oviduk mula-mula zigot diselubungi albumen untuk kemudian diselubungi cangkang dari zat kapur untuk melindunginya.
Telur dapat menetas apabila dierami oleh induknya. Suhu tubuh induk akan membantu pertumbuhan embrio menjadi anak burung. Anak burung menetas dengan memecah kulit telur dengan menggunakan paruhnya. Anak burung yang baru menetas masih tertutup matanya dan belum dapat mencari makan sendiri, serta perlu dibesarkan dalam sarang.
Bagian-bagian telur:
a. cangkang telur, merupakan bagian telur yang tersusun dari zat kapur dan berpori untuk jalan keluar masuknya udara
b. membran luar, sebagai pembatas antara cangkang telur dan bagian-bagian lain
c. membran dalam, sebagai pengatur difusi O2 dan CO2 dari dan ke dalam telur. Antara membran luar dan membran dalam pada salah satu ujung telur tidak menempel sehingga membentuk rongga udara
d. albumen (putih telur), sebagai cadangan makanan dan persediaan air
e. rongga udara, sebagai tempat menampung udara pernapasan embrio
f. kalaza (tali kuning telur), berfungsi menahan agar kuning telur tetap pada tempatnya dan embrio di atas kuning telur
g. kuning telur, sebagai tempat menempelnya embrio dan sebagai cadangan makanan
h. zigot, merupakan calon individu baru.
.Ciri Hewan yang Berkembangbiak dengan cara bertelur
1) Tidak mempunyai daun telinga
2) Tidak memiliki kelenjar susu
3) Tidak mengalami masa mengandung
4) Tidak menyusui anaknya
5) Janin tumbuh di luar tubuh induk betina tetapi di dalam telur bercangkang
6) Janin tumbuh relatif cepat
7) Bentuk tubuh anak umumnya sama dengan bentuk tubuh induknya
b. Pembuahan Eksternal
Yaitu pembuahan yang terjadi di luar tubuh induk. Contoh hewan yang mengalami pembuahan eksternal adalah golongan ikan dan amfibi (katak).
Berikut penjelasannya.
Ikan (pisces)
Ikan betina dan ikan jantan tidak memiliki alat kelamin luar. Ikan betina tidak mengeluarkan telur yang bercangkang, namun mengeluarkan ovum yang tidak akan berkembang lebih lanjut apabila tidak dibuahi oleh sperma. Ovum tersebut dikeluarkan dari ovarium melalui oviduk dan dikeluarkan melalui kloaka. Ketika akan bertelur, ikan betina mencari tempat yang rimbun oleh tumbuhan air atau diantara bebatuan di dalam air.
Bersamaan dengan itu, ikan jantan juga mengeluarkan sperma dari testis yang disalurkan melalui saluran urogenital (saluran kemih sekaligus saluran sperma) dan keluar melalui kloaka, sehingga terjadi fertilisasi di dalam air (fertilisasi eksternal). Peristiwa ini terus berlangsung sampai ratusan ovum yang dibuahi melekat pada tumbuhan air atau pada celah-celah bebatuan.
Telur-telur yang telah dibuahi tampak seperti bulatan-bulatan kecil berwarna putih. Telur-telur ini akan menetas dalam waktu 24 – 40 jam.
Anak ikan yang baru menetas akan mendapat makanan pertamanya dari sisa kuning telurnya, yang tampak seperti gumpalan di dalam perutnya yang masih jernih. Dari sedemikian banyaknya anak ikan, hanya beberapa saja yang dapat bertahan hidup.
2. Amfibi (Katak)
Katak jantan dan katak betina tidak memiliki alat kelamin luar. Pembuahan katak terjadi di luar tubuh (eksternal). Pada saat kawin, katak jantan dan katak betina akan melakukan ampleksus, yaitu katak jantan akan menempel pada punggung katak betina dan menekan perut katak betina. Kemudian katak betina akan mengeluarkan ovum ke dalam air. Setiap ovum yang dikeluarkan diselaputi oleh selaput telur (membran vitelin). Sebelumnya, ovum katak yang telah matang dan berjumlah sepasang ditampung oleh suatu corong. Perjalanan ovum dilanjutkan melalui oviduk.
Dekat pangkal oviduk pada katak betina dewasa, terdapat saluran yang menggembung yang disebut kantung telur (uterus). Oviduk katak betina terpisah dengan ureter. Oviduk nya berkelok-kelok dan bermuara di kloaka. Segera setelah katak betina mengeluarkan ovum, katak jantan juga akan menyusul mengeluarkan sperma. Sperma dihasilkan oleh testis yang berjumlah sepasang dan disalurkan ke dalam vas deferens. Vas deferens katak jantan bersatu dengan ureter. Dari vas deferens sperma lalu bermura di kloaka. Setelah terjadi fertilisasi eksternal, ovum akan diselimuti cairan kental sehingga kelompok telur tersebut berbentuk gumpalan telur.
Gumpalan telur yang telah dibuahi kemudian berkembang menjadi berudu. Berudu awal yang keluar dari gumpalan telur bernapas dengan insang dan melekat pada tumbuhan air dengan alat hisap.
Makanannya berupa fitoplankton sehingga berudu tahap awal merupakan herbivora. Berudu awal kemudian berkembang dari herbivora menjadi karnivora atau insektivora (pemakan serangga). Bersamaan dengan itu mulai terbentuk lubang hidung dan paru-paru, serta celah-celah insang mulai tertutup. Selanjutnya celah insang digantikan dengan anggota gerak depan.
Setelah 3 bulan sejak terjadi fertilisasi, mulailah terjadi metamorfosis. Anggota gerak depan menjadi sempurna. Anak katak mulai berani mucul ke permukaan air, sehingga paru-parunya mulai berfungsi. Pada saat itu, anak katak bernapas dengan dua organ, yaitu insang dan paru-paru. Kelak fungsi insang berkurang dan menghilang, sedangkan ekor makin memendek hingga akhirnya lenyap. Pada saat itulah metamorfosis katak selesai.
Melahirkan / Beranak
Cara perkembangbiakan hewan dengan melahirkan disebut vivipar.
Ciri hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan:
1) Berdaun telinga
2) Bernapas menggunakan paru-paru
3) Mempunyai puting susu
4) Induk betina menyusui anaknya
Hayo ada yang tahu bagaimana cara ikan paus menyusui anaknya?
Sebagai mamalia, paus memiliki kelenjar susu. Tapi, karena paus tidak memiliki puting susu, sebagai gantinya ada semacam lubang pada kelenjar susu dekat bagian ekor. Bayi paus menyelipkan lidahnya di situ sambil merapatkan diri. Saat itulah sang induk menyemprotkan cairan ke mulut si bayi yg menganga lebar. susu paus sangat kental seperti krim sehingga tak mudah larut di air. Kandungan lemak susu pada paus sangat tinggi, hingga 50%. Lemak itu diperlukan untuk pertumbuhan dan membentuk lapisan tebal di bawah kulit yang berguna untuk menjaga suhu tubuh paus agar tetap hangat. Seberapa banyak paus minum susu tergantung dari jenisnya, bayi paus biru minum 23-50 kg susu tiap harinya.
5) Janin tumbuh di dalam rahim betina
6) Janin memperoleh makanan dari induknya melalui perantara tali pusat/plasenta
7) Pertumbuhan janin relatif lambat
8) Bentuk tubuh anak yang lahir sama dengan bentuk tubuh induknya
Hewan yang berkembang biak dengan cara ini disebut juga mamalia karena memiliki kelenjar susu. Contoh sapi, kelelawar, kuda, dan paus.
Proses Reproduksi Mamalia
Semua mamalia melakukan reproduksi secara seksual. Sebagian besar perkembangan embrio terjadi di dalam tubuh induk betina, di dalam rahim, kecuali pada kelompok monotremata, yang hanya terdiri dari satu spesies, platypus yang menjadi satu-satunya mamalia yang bertelur, sedang mamalia lain melahirkan.
Di dalam tubuh induk betina, embrio berkembang dengan masuk ke dalam lapisan dinding endometrium melalui proses implantasi. Asupan gizi embrio akan disuplai dari tubuh induk betina melalui plasenta, selain itu embrio juga dilindungi oleh selaput ekstra embrionik yang melindungi embrio dari guncangan. Perkembangan embrio di dalam tubuh induk sangat bervariasi pada spesies mamalia.
Pada kelompok marsupials (kangguru, walabi), memiliki kantung yang berfungsi sebagai tempat perkembangan lanjutan bagi embrio karena embrio dilahirkan saat masih muda. Mamalia dilengkapi dengan kelenjar susu yang akan memberi asupan nutrisi ketika bayi baru dilahirkan sampai waktu tertentu.
3. Bertelur-Melahirkan
Cara perkembangbiakan hewan dengan bertelur-melahirkan disebut ovovivipar. Hewan ini bertelur dan embrionya berkembang di dalam tubuhnya hingga menetas. Setelah menetas, individu baru tersebut keluar dari tubuh induk. Contoh ular boa, ular piton, ular sanca, dan beberapa jenis kadal.
salah satu jenis ular yg berkembang biak secara ovovivipar
b. Secara Vegetatif
1. Fragmentasi (Pemotongan Bagian Tubuh)
Hewan yang berkembangbiak dengan fragmentasi mampu membentuk individu baru dari bagian potongan tubuhnya. Contoh Planaria (cacing pipih).
2. Tunas
Tunas terbentuk dari dinding tubuh induk yang menonjol. Contoh hewan yang berkembang biak dengan tunas adalah Hydra dan anemon laut.
hydra
3. Membelah diri
Hewan yang mampu membelah diri biasanya adalah hewan bersel satu. Contoh bakteri dan amoeba.
gambar berbagai macam bentuk bakterigambar bentuk tubuh amoeba